Iklan

Wednesday, 13 September 2017

MERDEKA ADALAH
KETIKA HATI BEBAS DARI KETERGANTUNGAN
SELAIN ALLOH


Tidak bisa disebut merdeka dengan hakikat merdeka ketika kita masih bergantung atau menggantungkan diri kepada selain Alloh. Hanya dengan menggantungkan diri kepada Alloh maka kita akan terbebas dari belenggu kehidupan yang memenjarakan kita. Di situlah kita memahami makna kalimah tauhid لا اله الا الله (Tiada tuhan selain Alloh).

Makna dan implikasi kalimah tauhid tersebut sangatlah dakhsyat: tak ada yang dituju selain Alloh, tak ada yang dikehendaki kecuali Alloh, tiada yang disembah selain Alloh, dan lain semacamnya. Ketika kalimat thoyyibah itu dimaknai seperti itu serta kemudian kita menyesuaikan sikap dan perilaku keseharian kita seperti itu, maka yakinlah bahwa kita berada dalam pengaturan dan jaminan Alloh. Kita pasti terbebas dari kegelisahan dunia, kegalauan dan kesedihan bendawi serta dari berbagai belenggu-belenggu lainnya.

Fudlail bin Iyadl berkata: "Ketika engkau sudah bersihkan hatimu dari selain Alloh, maka semua yang engkau butuhkan akan dihadirkan oleh Alloh."

Abul Hasan As-Syadzili berkata: "Jika engkau mencintai Alloh, merasa kaya dengan memiliki Alloh dan tunduk pada hukum-hukum Alloh, maka engkau tak lagi butuh kepada siapa-siapa, tapi engkau akan dibutuhkan siapa saja."

Merdeka adalah ketika hati kita bebas, pikiran kita bebas, perbuatan kita bebas dan semuanya serba bebas; bebas menentukan segalanya dengan sikap bertanggungjawab kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika ketergantungan kepada Alloh tiada, sungguh kita akan terpenjara oleh keinginan nafsu yang tak pernah menemukan akhir.


Wallhu A'lam.

No comments:

Post a Comment